3 Tanda-Tanda Awal Kehamilan Perlu Diketahui

thumbnail
Tanda-Tanda Awal Kehamilan - Tanda kehamilan pertama adalah waktu yang paling dinantikan oleh seorang perempuan khususnya bagi mereka yang menginginkan dirinya mempunyai seorang buah hati dambaan keluaga. Karena hamil adalh sebuah tanda bahwa pasangan suami isteri mempunyai tingkat kesuburan yang baik atau tidak memiliki masalah kesehatan.

Dengan hadirnya tanda-tanda kehamilan pada seorang perempuan, hadirnya seorang buah hati dalam keluarga mereka hanya tinggalah menunggu waktu. Tentu keluarga akan terasa lebih lengkap dengan kehadiran buah hati baru yang dinanti.

Kadang kala, pasangan suami isteri belum tahu secara betul tentang tanda-tanda awal kehamilan. Mereka kadang masih bingung membedakan mana tanda-tanda awal kehamilan yang benar (pregnancy symptoms) dengan  tanda akan datang menstruasi. Oleh sebab itu, kasus terjadi tanda-tanda awal kehamilan biasanya sangat mirip dengan tanda-tanda akan datang bulan (menstruasi). Tak mengherankan jika ketidaktahuan mengenai hal ini terkadang bisa menyebabkan beberapa kasus terjadinya keguguran (miscarriage).
3 Tanda-Tanda Awal Kehamilan Perlu Diketahui
Hal itu bisanya disebabkan adanya suatu aktivitas atau konsumsi makanan yang seharusnya tidak boleh dilakukan selama kehamilan, padahal sebetulnya dia sudah mengalami kehamilan. (Baca: Makanan yang dilarang saat hamil). Dengan ketidaktahuan ini jelas akan mengakibatkan persiapan yang kurang matang untuk menyongsong kehamilan menjadi terabaikan. Bahkan sebaliknya, banyak kasus para keluarga stress dikarenakan tanda-tanda yang sudah dianggapnya sebagai sebuah tanda kehamilan, ternyata setelah dilakukan beberapa kali test-pect ternyata hasilnya malah negatif (belum hamil).

Banyak para perempuan menilai bahwa tanda-tanda awal kehamilan hanya melihat dari satu sisi saja, yakni terlambat datang bulan (menstruasi). Memang betul hal demikian itu, salah satu tanda-tanda awal kehamilan adalah terlambatnya menstruasi. Tetapi perlu diingat bahwa terlambat menstruasi juga bukan hanya disebabkan oleh kehamilan saja, banyak faktor lain yang mempengaruhinya seperti pola makan, kecapaian, stress, adanya gangguan hormonal dan lain-lain. Nah maka dari itu, untuk lebih memastikan dan menyakinkan lagi, selain terlambatnya menstruasi, Bunda harus mencermati pula tanda-tanda kehamilan yang lainnya.

Pada dasarnya tanda kehamilan dibagi menjadi 3 bagian yaitu tanda kehamilan yang tidak pasti, tanda kemungkinan kehamilan, dan tanda kehamilan yang pasti. Guna lebih memastikan lagi apakah Bunda hamil atau belum, selain terlambatnya datang bulan, maka tanda kehamilan yang umum atau yang belum pasti bisa kita ketahui dari mengenali beberapa tanda-tanda awal kehamilan dibawah ini.

Tanda-Tanda Awal Kehamilan Untuk Calon Ibu Hamil

1. Terjadi Perubahan Pada Payudara
Tanda awal kehamilan pertama adalah terjadinya perubahan pada payudara. Hal ini disebabkan oleh adanya penikatan produksi hormon esterogen dan progesteron. Ditambah kondisi payudara akan terasa makin lembut, sehingga menimbulkan rasa sensitif yang lebih tinggi ketimbang sebelumnya. Selain itu, payudara akan terasa sakit atau nyeri ketika dipegang. Puting susu juga semakin membesar pula dan warnanya akan semakin gelap, kadang juga sering terasa gatal. Pembuluh vena di bagian payudara juga semakin terlihat yang diakibatkan oleh penegangan payudara.

Adanya aktivitas hormon HPL (Human Placental Lactogen). Hormon ini diproduksi oleh tubuh ketika ibu mengalami kehamilan untuk mempersiapkan ASI bagi bayi saat terlahir ke dunia.

2. Munculnya Bercak Darah atau Flek Yang Diikuti Kram Perut
Bercak darah atau Flek merupakan sebuha tanda-tanda awal kehamilan berikutnya yang sering terjadi pada ibu hamil. Kasus ini muncul biasanya sebelum menstruasi, terjadi antara 8-10 hari sesudah terjadinya ovulasi. Bercak darah dikarenakan adanya implantasi (implantation bleeding) atau menempelnya embrio pada dinding rahim. Namun terkadang, munculnya bercak darah pada saat kehamilan disalah artikan sebagai menstruasi oleh sebagian kalangan.

Keluarnya bercak darah diikuti oleh kram perut. Kram perut biasanya terjadi pada kondisi terjadinya kehamilan akan terjadi secara teratur dan akan terus berlanjut hingga kehamilan trimester kedua, sampai letak uterus posisinya tepat ada ditengah dan disangga oleh panggul.

3. Mual dan Muntah (Morning sicknes)
Mual dan Muntah adalah sebuah tanda-tanda awal kehamilan selanjutnya yang juga sering terjadi pada calon ibu hamil. Sekitar 50% perempuan jika akan mengalami kehamilan pasti mengalami hal yang demikian ini. Pemicunya adalah adanya peningkatan hormon secara tiba-tiba dalam aliran darah. Hormon tersebut bernama HCG (Human chorionic Gonadotrophin).

Selain dalam darah, peningkatan hormon HCG terjadi pula di saluran air kencing. Makanya alat test-pack kehamilan dilakukan melalui media air seni, hal itu dilakukan untuk untuk mengukur terjadinya peningkatan kadar hormon HCG tersebut. Peningkatan hormon HCG akan mengakibatkan efek pedih pada lapisan perut dan bisa menimbulkan rasa mual. Rasa mual inilah yang nantinya akan menghilang memasuki kehamilan trimester kedua. Jika rasa mual dan muntah masih terjadi pada usia kehamilan trimester kedua, maka sebaiknya lakukan pemeriksaan dan konsultasikan mengenai hal ini ke dokter sepesialis kandungan Anda.

Mual dan muntah (morning sickness) terjadi pada saat di pagi hari. Tetapi kenyataannya, mual dan muntah bisa terjadi pada siang dan malam hari juga. Bahkan kadang terjadi hanya ketika ibu hamil mencium aroma atau wewangian tertentu.

Demikianlah artikel tentang Tanda-tanda Awal Kehamilan yang dapat kami bagikan kepada Bunda sekalian. Semoga bunda tidak bingung lagi mengenai hal ini.

3 Manfaat Buah Naga Untuk Ibu Hamil

thumbnail
Manfaat Buah Naga Untuk Ibu Hamil - Pada saat masa kehamilan adalah sebuah masa untuk memanjakan diri Anda dengan makan-makan yang sehat dan penuh manfaat guna mendukung pertumbuhan janin Anda. Salah satu buah yang mengandung benyak manfaat untuk ibu hamil dan telah banyak dibuktikan melalui penelitian yaitu buah naga.

Terdapat dua jenis buah naga yang bisa dijumpai dengan mudah, yakni buah naga merah dan buah naga putih. Terkadang para wanita hamil ragu bahkan takut untuk mengonsumsi buah naga. Padahal kenyataannya kandungan buah naga sangat bermanfaat bagi ibu hamil serta janin di dalam kandungan.

Pada kali ini Kabar Ibu ingin mengulas tentang manfaat buah naga untuk ibu hamil. Simak khasiat buah ajaib ini berikut.
3 Manfaat Buah Naga Untuk Ibu Hamil

Beragam Kandungan Manfaat Buah Naga Untuk Ibu Hamil

Sesuai sejumlah penelitian, manfaat buah naga untuk ibu hamil sangat banyak, karena kandungan nutrisi buah naga yang terbilang lengkap.

1. Membantu Pembentukan Sel Darah Merah
Buah naga mengandung 0,65 mg zat besi per 100 gramnya. Zat besi ini bakal diubah menjadi sel-sel darah merah bermanfaat untuk ibu hamil yang mengalami anemia. Selain itu, buah naga sangat bermanfaat untuk janin dalam kandungan, yaitu guna memenuhi oksigen dan nutrisi untuk pertumbuhan janin bayi, dan sel-sel darah merah yang membantu membawa nutrisi yang dikonsumsi ibu menuju ke tubuh janin.

2. Mencegah Resiko Terserang Osteoporosis
Salah satu penyakit yang sering menyerang seorang ibu hamil yaitu osteoporosis. Hal ini dikarenakan kebutuhan kalsium di masa kehamilan sangat tinggu untuk membentuk tulang dan gigi janin. Jika kalsium harian tidak terpenuhi, maka kalsium akan langsung diambil dari tulang ibu sehingga dapat menyebabkan pengeroposan tulang pascalahir.

3. Dapat Menyeimbangkan Metabolisme Sel
Manfaat buah naga bagi ibu hamil berikutnya adalah bisa menyeimbangkan metabolisme sel dalam tubuh. Hal itu dikarenakan adanya kandungan vitamin B1 yang ada pada buah naga, sehngga bisa membantu sebagai penyeimbang metabolisme sel, serta dapat menyeimbangkan kesehatan janin serta ibu hamil.

Maka dari itu, sangat dianjurkan bagi ibu hamil untuk mengonsumsi buah naga. Sebab, seorang wanita hamil harus selalu menjaga kondisi tubuhnya dengan cara selalu memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsinya. Demikianlah artikel tentang Manfaat Buah Naga Untuk Ibu Hamil ini, semoga bermanfaat dan sehat selalu ya bunda.

Makanan yang Dilarang Saat Hamil Muda, Waspada ya!

thumbnail
Makanan yang Dilarang Saat Hamil Muda - Makanan yang dikonsumsi oleh bunda hamil muda sebaiknya makanan yang sehat misalnya saja buah-buahan segar dan sayuran hijau. Tetapi, Anda harus tahu bahwa ada beberapa jenis buah yang tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil yang sedang dalam kondisi hamil muda.

Makanan yang dilarang saat hamil muda pertama adalah buah nanas, ternyata buah nanas mengandung bromelain yang bisa berpengaruh untuk melunakkan leher rahim dan bisa berakibat fatal terhadap persalinan dini ataupun keguguran. Walaupun belum ada penelitian yang lebih lanjut tentang kandungan nanas yang bisa memicu persalinan dini, tetapi ada baiknya bila Anda menghindari konsumsi buah nanas selama masa kehamilan. (Baca: Buah Nanas untuk Ibu Hamil, Bagus atau Tidak?)
Makanan yang Dilarang Saat Hamil Muda
Selain itu, masih terdapat beberapa pantangan untuk mengkonsumsi makanan yang dilarang selama hamil. Simak makanan yang dilarang saat hamil muda berikut.

Makanan yang Dilarang Saat Hamil Muda Wajib Diketahui

Berbahaya Bagi Kehamilan
Ada beberapa jenis makanan lain yang ternyata bisa berbahaya untuk kehamilan Anda, yaitu buah pepaya yang setengah matang atau mentah, dikarenakan tingginya kandungan lateks yang akan mempunyai efek samping rahim berkontraksi terutama ketika masa awal kehamilan. Jadi, Anda sangat tidak dianjurkan untuk memakan buah papaya mentah atau papaya muda karena efek buruknya yang sangat berbahaya pada janin Anda.

Selain itu, hindari pula jenis makanan ini ketika usia kehamilan dua minggu dikarenakan bisa berbahaya untuk calon buah hati Anda, namun bunda masih boleh mengkonsumsi buah pepaya yang sudah benar-benar matang. (Baca juga: Inilah 7 Manfaat Pepaya Untuk Ibu Hamil)

Ada lagi Makanan yang dilarang saat hamil muda ketika memasuki masa 2 minggu kehamilan pertama, yaitu buah anggur. Buah ini menyehatkan bagi manusia, tapi tidak diperbolehkan untuk ibu yang sedang hamil. Sebaiknya Anda menghindari untuk mengkonsumsi buah ini dikarenanakan akan menyebabkan kondisi kandungan Anda panas.

Kemudian untuk kehamilan pada trimester pertama, sebaiknya Anda juga menghindari mengkonsumsi air kelapa segar. Dikarenakan akan melemahkan kandungan. Tetapi bila kandungan Anda telah mencapai 8 bulan keatas, maka mengkonsumsi air kelapa akan membawa efek sangat positif untuk kebersihan kulit bayi, dan memperlancar proses persalinan.

Berefek Negatif
Jenis makanan lain yang dilarang saat hamil muda dan akan membawa pengaruh buruk bagi kehamilan Anda, yaitu budah Durian. Sebaiknya Anda tidak mengonsumsi buah ini dikarenakan mengandung zat yang dapat memberikan efek negatif bagi kehamilan. Zat itu bernama asam arachidonat dan juga alkohol yang bakal sangat memberikan pengaruh buruk bagi kesehatan janin Anda. Selain itu, kandungan arachidonatnya ternyata juga bisa berakibat fatal bagi janin terutama dalam memicu keguguran, sedangkan alkoholnya bisa mengakibatkan berat badan bayi menjadi rendah.

Sebaiknya, Bunda selalu menjaga kehamilan dengan mengkonsumsi buah-buahan sehat lainnya misalnya jeruk manis, pisang, stroberi, dan juga alpukat yang dapat memberikan suplai vitamin lebih dan protein yang cukup bagi janin Anda. Hindari juga makanan yang terlalu pedas dan asam, karena bisa berakibat buruk terhadap pertumbuhan janin janin. (Baca juga: Daftar Makanan Sehat Ibu Hamil Wajib Tahu)

Demikianlah ulasan tentang Makanan yang Dilarang Saat Hamil Muda wajib diketahui oleh para Bunda sekalian. Semoga bunda yang lagi hamil saat ini, selalu diberi kesehatan ya!

Perkembangan Bayi Usia 4 Bulan Kehamilan Perlu Diperhatikan

thumbnail
Perkembangan Bayi Usia 4 Bulan Kehamilan - Ketika masa usia hamil yang beranjak 4 bulan atau sekitar 17-20 minggu, umumnya ibu hamil mulai merasakan gerakan bayi mereka. Bentuk wajah sang bayi pun terlihat pula semakin jelas ketika dilakukan USG. Jika pada masa kehamilan bulan ke-3 beberapa pakaian masih cukup untuk dikenakan oleh ibu hamil, maka ketika memasuki bulan ke-4 kehamilan, Anda mungkin perlu menggunakan baju khusus untuk ibu hamil.

Pada artikel kali ini kami ingin memberikan ulasan tentang pergerakan bayi saat masuk usia 4 bulan kehamilan, simak selengkapnya di bawah ini.

Perkembangan Bayi Saat Usia 4 Bulan Kehamilan

Pertumbuhan Janin
Ketika memasuki usia 4 bulanan kehamilan, bayi dalam kandungan akan berukuran kurang lebih 13 cm dengan berat badan kurang lebih 140 gram. Tempurung kepala yang terdiri dari tulang rawan mulai mengeras. Saraf tulang belakangnya juga mulai terselubungi pada lapisan pelindung mielin. Selain itu, kelenjar keringat mulai berkembang pada seluruh tubuhnya. Tali pusatnya yang menjadi saluran sumber makanannya pun akan makin mengembang dan menguat pula pada masa ini.
Perkembangan Bayi Usia 4 Bulan Kehamilan Perlu Diperhatikan
Usia 17 minggu

  • Badan janin bayi semakin membesar mengikuti kepala hingga wujudnya lebih proporsional
  • Wajahnya juga mulai semakin tampak dengan pertumbuhan bulu mata dan alis yang halus
  • Walau kelopak matanya masih tertutup, tatpi bola matanya mulai dapat bergerak. Mulutnya juga mulai bisa terbuka dan tertutup
  • Jari-jari juga mulai terbentuk serta sidik jari sudah tercipta. Tangannya mulai mampu mengepal
  • Bayi sudah bisa merespons bunyi dari luar, seperti suara musik
  • Tubuhnya juga belum banyak menyimpan lemak sehingga terlihat keriput

Usia 18 minggu

  • Pembuluh darah sudah tampak di permukaan kulit
  • Telinga mulai muncul, walaupun belum sempurna
  • Di usia 18 minggu ini, jenis kelamin bayi telah dapat dikenali
  • Mulai minggu ke 18 ini sampai minggu ke 20, ibu juga mulai merasakan gerakan-gerakan bayi yang cukup agresif
Usia 19 minggu
  • Janin bayi dapat menelan cairan ketuban dan ginjal sudah berfungsi dengan baik
  • Rambut di kepala mulai tumbuh pada usia ini.

Pada Usia 20 minggu

  • Pada usia 20 minggu tubuh bayi mulai terlindung oleh lapisan lemak bernama vernix caseosa. Lapisan ini berfungsi untuk melindungi kulit bayi yang lama berada dalam cairan ketuban.
  • Bayi Anda lebih banyak untuk menelan. Tubuhnya juga banyak menyerap air dalam cairan ketuban dan memasukkannya ke dalam usus besar.
  • Pada minggu yang ke 20 ini, biasanya bayi memiliki ukuran kurang lebih 26 cm dan berat berkisar 300 gram.

Hal yang Perlu Diperhatikan Oleh Ibu Hamil
Pada masa perkembangan bayi usia 4 bulan kehamilan, keluhan yang sering dirasakan oleh ibu hamil adalah susah tidur. Jadi pada masa ini, usahakan Anda memakai bantal tambahan di sisi tubuh untuk menopang perut. Anjuran dari medis untuk posisi terbaik tidur ibu hamil yaitu tidur menyamping, hal demikian itu dimaksudkan supaya pembuluh darah tidak tertekan oleh berat rahim. Pasalnya berbaring secara telentang bisa membuat Anda pusing dikarenakan terbatasnya aliran darah ke jantung.

Setelah Anda merasakan pergerakan bayi usia kehamilan 4 bulan ini, bisanya bulan kelima gerakan bayi hanya sebatas tendangan halus  dan akan menjadi dorongan yang terasa lebih kuat ketika bertambah usia kehamilan Anda. Teruslah perhatikan perkembangan bayi Anda untuk mencapai keberhasilan ketika proses persalinan nanti.

Demikianlah artikel tentang Perkembangan Bayi Usia 4 Bulan Kehamilan yang dapat kami bagikan kepada Bunda sekalian. Semoga informasi ini bisa bermanfaat dan menambah semangat Anda guna menjalani masa kelahiran.

Waktu Tepat untuk Hamil Lagi Setelah Caesar Menurut Dokter

thumbnail
Waktu Tepat Hamil Lagi Setelah Caesar Menurut Dokter - Hal yang paling banyak ditanyakan oleh kalangan para Ibu Hamil khususnya bagi mereka yang sudah menjalani operasi caesar yaitu kapan waktu tepat untuk bisa hamil lagi pasca operasi caesar? Kita sudah mengerti bahwa operasi caesar itu adalah proses persalinan dengan mengeluarkan bayi melalui pembedahan pada bagian perut dan rahim ibu.

Jika ditanya kapan waktu tepat untuk bisa hamil lagi pasca ceasar? Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim Dicle pada tahun 1997, dinding rahim akan sembuh kembali dengan sempurna membutuhkan waktu kurun waktu sekitar 6 bulan. Namun menurut penelitian lain menuturkan berbeda, misalnya penelitian yang dilakukan oleh Shipp pada tahun 2001 silam.
Waktu Tepat untuk Hamil Lagi Setelah Caesar Menurut Dokter
Shipp melakukan penelitian dengan sample sebanyak 2409 orang wanita yang pernah menjalani operasi ceasar, guna menunjukan hubungan antara jarak persalinan dengan kejadian ruptura uteri (robekan rahim), dia menyatakan bahwa ada sekitar 29 kasus robekan rahim.

Jarak antara persalinan kurang atau sama dengan 18 bulan berkaitan 3 kali lipat terjadinya ruptura uterai (robekan rahim) dibandingkan dengan jarak persalinan diatas 18 bulan. Maka dari itu, secara umum kedokteran menyarankan pada ibu yang melahirkan ceasar agar memberi jarak antara persalinan dengan kehamilan yang akan datang diatas 18 bulan.

Demikian ibu perlu berkonsultasi pula dengan dokter spesialis kandungan dan memeriksakan diri kepada mereka. Mintalah tips-tips kepada dokter kandungan, dimana nantinya diharapkan bunda sekalian bisa kembali hamil dan melahirkan dengan proses persalinan yang normal.

Demikianlah ulasan artikel tentang waktu tepat untuk hamil lagi setelah caesar mnurut dokter yang dapat kami bagikan kepada Anda. Semoga bermanfaat!

Berat Badan Bayi Normal Usia 3 Bulan, Berat Bayi Anda?

thumbnail
Berat Badan Bayi Normal Usia 3 Bulan - Hal yang paling ditunggu ketika kehamilan adalah menunggu sang buah hati terlahir di dunia ini. Memiliki bayi tentu adalah hal sangat menyenangkan bagi pasangan suami istri apalagi bayi yang dilahirkan ibu masih anak pertama. Orangtua pasti rela berbuat apasaja untuk membuat anaknya agar tetap tumbuh sehat. Kesehatan bayi biasanya diukur dari dari berat badannya.

Setiap anak mempunyai berat berbeda-beda, tetapi berat badan bayi ada batas idealnya lho. Berat badan bayi bisanya dipengaruhi dari keturunan orangtua, kesehatan ibu selama mengandung dan menyusui dan nutrisi yang diberikan semasa kehamilan. Nah, untuk mengetahui berat badan ideal bayi anda usia 3 bulan, maka anda bisa melihat tabel berat badan bayi sesuai umur yang telah disusun oleh WHO. (Baca: Tabel Berat Badan Bayi Sesuai Usia)
Berat Badan Bayi Normal Usia 3 Bulan
Bagi anda yang mempunyai bayi, anda perlu menjaga kesehatan si kecil dengan memberikan asupan nutrisi yang cukup supaya berat badan nantinya tetap seimbang dan normal sesuai dengan usia bayi. Biasanya bayi usia 3 bulan berat badan normal yang ideal berkisar 5,70 Kg.

Demikianlah informasi tentang Berat Badan Bayi Normal Usia 3 Bulan ini, selalu kontrol berat badan bayi Anda ke dokter keluarga agar tetap sehat dan terhindar dari segala gangguan penyakit yang sewaktu-waktu bisa menyerang si Kecil.